Oke, sebenernya aku gak tau gimana nulis namanya. Tapi menurut suara yang aku dengar, namanya adalah Yoshan. Aku mengenalnya saat pertama kali berkujung ke dokter gigiku. Saat itu dia sedang berlari kesana-kemari. Kesan pertama tentu saja menyenangkan, seorang anak kecil lucu dan ganteng. Saat ayahnya sedang mencetak gigiku, dia duduk dimeja kerja ayahnya dan memukul meja dengan penggaris.
Ayahnya bertanya " Asan lagi buat apa,nak?" dengan ceggirannya dia menjawab "Rumah,Pa!"
Dan setelah itu, saat aku mendengarkan ayahnya berbicara tentang behel, yoshan bermain dibawah kursi praktek doker gigi itu.
"Asan, jangan panggil ayah ya nanti kalo kepalanya kena lantai" dan dengan siagap Yoshan berhenti dan memeluk pinggang ayahnya.
Tapi kesan keunyuannya berubah ketika aku akan pulang dan dia menggetok tangganku dengan penggaris. Intinya hari itu aku dan momster dianiaya oleh anak kecil -.-
*******
3 minggu kemudian adalah jadwal kontrolku. Bersama momster aku menunggu dikursi panjang dengan Yoshan yang telah menyapa kami dengan "sebentar ya,papa lagi ada pasien". Yoshan berlari kesana-kemari. Dia mencoba semua permainan yang dibawakan oleh pembantunya. Berulangkali tangan momster dipukul Yoshan. Saat Yoshan tertidur dipangkuan pembantunya, momster bertanya
"mbak, Yoshan kalo tidur sama siapa?"
"sama ayahnya,Bu. Ibunya lagi pulang ke Jambi."
"loh kalo pulang gitu sering kangen gak Yoshan? Telponan terus tiap hari?"
"enggak bu, Yoshan malah gak mau ngomong sama ibunya. Kalo ngomong triak-triak"
Tepat saat rasa simpati itu mucul pada Yoshan, saat itulah juga namaku dipanggil untuk masuk keruangan.
*******
3 hari kemudian, jadwal cabut gigi. Kelabu.
Saat memasuki tempat praktek sang dokter,kulihat Yoshan lagi-lagi sedang bermain kursi kesana-kemari. Suster dan ayah Yoshan menyambut dengan senyum mereka. Saat suster menyiapkan peralatan, Yoshan bertriak "hahahaha dicabut nanti jadi ompong" dan kami tertawa. Rupannya Yoshan mulai akrab denganku.
Dia terus berada disampingku saat aku menghadapi suntikan dan obeng gigi. Setelah slesai, Yoshan merenggek kepada ayahnya untuk membeli mainan dan jajan di Indomaret (lagi) dan ayahnya menolak. Dia ngambek. Namun dengan penuh kasih sayang, Ayahnya berkata "yuk jalan-jalan kedepan." "naik mobil pah!" "loh kan cuma depan, tu ke situ aja. Keparkiran mobil." dan mereka pun keluar.
10 menit kemudian mereka masuk kembali. Dengan bahagia Yoshan berkata "waaa kujanan" dan ayahnya tertawa penuh kasih sayang padanya. "Nanti kita cuma dirumah berdua loh,nak. Sana kamu main dulu dirumah kakaknya."
Ah, aku memang baru bertemu Yoshan 4kali dan baru tadi dia tersemnyum ramah padaku. Aku cubitin lengan dan pipinya dia hanya tertawa. Aku tau, Yoshan kangen mamanya. Tapi aku yakin dia pasti tau, dia mempunyai ayah yang tiada bandingannya.
Sabtu, 03 Maret 2012
Jumat, 02 Maret 2012
Transmigrasi
"Diw,kamu pernah nge-PHP orang gak?"
Itulah sepotong chat kepada Adi Rayhan yang saat itu sedang memasang PM "Alone". Malam itu semua seperti kembali, dan semuanya tercurah kepada Adiw. Semuanya kuceritakan. Dari awal hingga akhir. Dan obrolan itu menamparku berkali-kali. Bukannya mau terjebak lebih lama ke dalam suatu kotak, tapi terkadang kembali membuka sebuah kotak adalah salah satu cara untuk mengeluarkan isinya. Semuanya berpindah. Kita harus mengalah pada sesuatu yang tidak bisa kita paksakan. Analoginya seperti naksir sepatu lucu tapi gak ada ukuran yang pas. Kalo kegedean nanti lepas dan terlihat aneh dan kalo kekecilan nanti lecet. Nyiksa diri sendiri. Terkadang,kita memang menjadi egois. Memaksakan apa yang sehausnya kita lepaskan. Tapi sekarang, aku gak mau jadi egois lagi. Makasih ya,Diw udah balikin pusat kesadaranku. Dan makasih ya,kak untuk mengajarkan bahwa ada hal yang tidak akan pernah bisa dipaksakan. Selamat berpindah !
"yang sudah berakhir dan terasa tidak bisa diperjuangkan, ya sudah tidak usah dilanjutkan"
"Jangan mengharap kembali ya, Rin, he's different. Gak bagus buat kamu. Kalau dilanjutin,mau dibawa gak cetho kayak yang udah pernah dilakuin?"
"Dia ngajarin kamu gak dipaksain kan? Kalau gitu,jangan paksakan hatimu juga untuk mendapatkan yg kamu cinta"
Itulah sepotong chat kepada Adi Rayhan yang saat itu sedang memasang PM "Alone". Malam itu semua seperti kembali, dan semuanya tercurah kepada Adiw. Semuanya kuceritakan. Dari awal hingga akhir. Dan obrolan itu menamparku berkali-kali. Bukannya mau terjebak lebih lama ke dalam suatu kotak, tapi terkadang kembali membuka sebuah kotak adalah salah satu cara untuk mengeluarkan isinya. Semuanya berpindah. Kita harus mengalah pada sesuatu yang tidak bisa kita paksakan. Analoginya seperti naksir sepatu lucu tapi gak ada ukuran yang pas. Kalo kegedean nanti lepas dan terlihat aneh dan kalo kekecilan nanti lecet. Nyiksa diri sendiri. Terkadang,kita memang menjadi egois. Memaksakan apa yang sehausnya kita lepaskan. Tapi sekarang, aku gak mau jadi egois lagi. Makasih ya,Diw udah balikin pusat kesadaranku. Dan makasih ya,kak untuk mengajarkan bahwa ada hal yang tidak akan pernah bisa dipaksakan. Selamat berpindah !
"yang sudah berakhir dan terasa tidak bisa diperjuangkan, ya sudah tidak usah dilanjutkan"
"Jangan mengharap kembali ya, Rin, he's different. Gak bagus buat kamu. Kalau dilanjutin,mau dibawa gak cetho kayak yang udah pernah dilakuin?"
"Dia ngajarin kamu gak dipaksain kan? Kalau gitu,jangan paksakan hatimu juga untuk mendapatkan yg kamu cinta"
Selasa, 14 Februari 2012
Bits
Ini adalah hari ketika sebuah tempat dapat membuat seseorang kehilangan kontrol atas kendali dirinya sendiri. Lapangan. Dan entah, bukankah kami berada dalam satu bangunan yang sama 6 kali sehari dalam seminggu. 8 jam perhari. Dan kami baik-baik saja karena menghindar adalah jurus terjitu. Dan saat ini kesadaran telah kembali. I miss you,Kak.
Minggu, 05 Februari 2012
Hallo tanggal 5 !
Semangat untuk menyapa tanggal 5-ku untuk yang kelima kali sebenernya sudah menguap sejak semalam. Seperti sudah tidak peduli. Tapi semangat itu kembali datang disaat petang sebuah radio membiarkan Glenn Fredly bernyanyi....
“kini aku kau genggam hatiku
simpan di dalam lubuk hatimu
tak tersisa untuk diriku
habis semua rasa di dada”
Tenggelam...tenggelam...kedasar...kedasar... makin dasar. Entah, Glenn Fredly terasa sangat mengerti dengan hal-hal semacam ini. Dan kalo gak patah hati,Glenn mungkin akan jarang mengeluarkan lagu bagus.
Dan kembali pada tanggal 5-ku. Yah apa bisa dikatakan? Mengungkit hal yang sudah terjadi bukan hal yang baik. Cukup dikenang sajalah. Setidaknya,saya masih belum bisa berpindah.
“Selamat tinggal kisah tak berujung
Kini ku kan berhenti berharap
Perpisahan kali ini untukku akan menjadi kisah
Sedih yang tak berujung”
“kini aku kau genggam hatiku
simpan di dalam lubuk hatimu
tak tersisa untuk diriku
habis semua rasa di dada”
Tenggelam...tenggelam...kedasar...kedasar... makin dasar. Entah, Glenn Fredly terasa sangat mengerti dengan hal-hal semacam ini. Dan kalo gak patah hati,Glenn mungkin akan jarang mengeluarkan lagu bagus.
Dan kembali pada tanggal 5-ku. Yah apa bisa dikatakan? Mengungkit hal yang sudah terjadi bukan hal yang baik. Cukup dikenang sajalah. Setidaknya,saya masih belum bisa berpindah.
“Selamat tinggal kisah tak berujung
Kini ku kan berhenti berharap
Perpisahan kali ini untukku akan menjadi kisah
Sedih yang tak berujung”
Senin, 30 Januari 2012
Boy meet girl.Then?
I think I found my another friend. He’s like my own sun. Well, I don’t know bout this feeling. But there’s something and I’m not ready yet. When I’m with D ,It’s like.....I’m healed for a while.D makes me better.
People’s said that everything happens for reason. And what? Actually,when I laughed with D and I’m hiding behind his back ,I felt that was...flat. That was not like when I’m laughed with “him”.I felt secure with “him” . At that moment,I felt that my world is enough with “him”.Us.
I guess I’m not ready for something that maybe happen between D and I. D is my best friend,and I need him. There’s no something more,cause I know... Right now, I just need a friend.
People’s said that everything happens for reason. And what? Actually,when I laughed with D and I’m hiding behind his back ,I felt that was...flat. That was not like when I’m laughed with “him”.I felt secure with “him” . At that moment,I felt that my world is enough with “him”.Us.
I guess I’m not ready for something that maybe happen between D and I. D is my best friend,and I need him. There’s no something more,cause I know... Right now, I just need a friend.
Minggu, 29 Januari 2012
Ambil Saja Semua
Aku suka maicih.Makanan yag disebut momster makanan “ndeso” itu nyatanya punya rasa yang bisa bikin gak brenti makannya sebelum toples kosong.Banyak petualangan beli maicih yg telah aku lewati,mulai dari yang palsu,asli,sampe yg gak ada namanya.
Hari it,sabtu aku pulang dari rumah vindy dengan hati gembira karena membawa sebungkus maicih.Rencana hari itu tentu jelas.Nonton Gossip Girl dengan sebugkus maicih.Semua berjalan lancar hingga keesokan harinya adek keponakanku datang kekamar.Mula-mula kepalanya doang yang nonggol dan ngomog.
“Mbak..aku minta maicihnya ya?”
“Eh? Oiya” Dan aku melanjutkan nonton FTV.
Pukul 12 aku merasa bahwa saatnya aku turun dan mengerjakan tugas serta bertemu maicih-ku.
Tapi......kenyataannya maicihku raib.Aku mencari sekeliling rumah sampe akhirnya sadar bahwa maicihku dibawa adekku tadi.Kampret.
Errrrr Rasanya tu sangat KOWAWA.Tau kan KOWAWA itu apa? Bahasa-nya Adiw.
Misscomunication sama anak kecil itu ternyata sakit. Sebenarnya memang kekanak-kanakan ngambek sama momster gara-gara ini.Tapi ini maicih idamanku.Maicih level 5-ku.Maicih yang lebih mahal daripada Happy Toss.Ah sudahlah. *cidukan*
Hari it,sabtu aku pulang dari rumah vindy dengan hati gembira karena membawa sebungkus maicih.Rencana hari itu tentu jelas.Nonton Gossip Girl dengan sebugkus maicih.Semua berjalan lancar hingga keesokan harinya adek keponakanku datang kekamar.Mula-mula kepalanya doang yang nonggol dan ngomog.
“Mbak..aku minta maicihnya ya?”
“Eh? Oiya” Dan aku melanjutkan nonton FTV.
Pukul 12 aku merasa bahwa saatnya aku turun dan mengerjakan tugas serta bertemu maicih-ku.
Tapi......kenyataannya maicihku raib.Aku mencari sekeliling rumah sampe akhirnya sadar bahwa maicihku dibawa adekku tadi.Kampret.
Errrrr Rasanya tu sangat KOWAWA.Tau kan KOWAWA itu apa? Bahasa-nya Adiw.
Misscomunication sama anak kecil itu ternyata sakit. Sebenarnya memang kekanak-kanakan ngambek sama momster gara-gara ini.Tapi ini maicih idamanku.Maicih level 5-ku.Maicih yang lebih mahal daripada Happy Toss.Ah sudahlah. *cidukan*
Langganan:
Komentar (Atom)
